EVOS ESPORT
EVOSESPORTS
Dari garasi ke panggung dunia. Kisah lengkap organisasi esports terbesar Indonesia — sejarah, prestasi, roster, dan masa depan si Macan Putih.
- Sejarah EVOS Esports: Dari Dota 2 ke Juara Dunia ~8 menit baca
- Perjalanan EVOS di Mobile Legends: M1 hingga MPL S17 ~7 menit baca
- EVOS Divine & Free Fire: Dominasi di Kancah Dunia ~7 menit baca
- Roster EVOS 2026: Regenerasi & Harapan Baru ~6 menit baca
- Masa Depan EVOS: Multi-Divisi, Multi-Juara ~5 menit baca
Sejarah EVOS Esports: Dari Dota 2 ke Juara Dunia
Pada Agustus 2016, seorang pria bernama Ivan Yeo — yang saat itu masih aktif sebagai penyelenggara turnamen Asian Electronic Sports (AES) Games — mendirikan sebuah organisasi esports kecil di Jakarta. Awalnya, hanya ada satu tim: divisi Dota 2. Tidak ada yang menyangka bahwa dari langkah kecil itu, EVOS Esports akan tumbuh menjadi kekuatan esports terbesar di Asia Tenggara.
Nama EVOS sendiri berasal dari kata "evolution" — menggambarkan semangat tim untuk terus berkembang, berinovasi, dan berevolusi menghadapi persaingan yang semakin ketat. Logo mereka, seekor macan putih yang gagah, melambangkan keberanian dan kekuatan. Inilah awal dari legenda Macan Putih.
Masa Awal: Dota 2 dan Ekspansi Cepat
Di tahun-tahun pertamanya, EVOS bergerak agresif. Setelah divisi Dota 2, mereka dengan cepat mengekspansi ke Point Blank dan kemudian ke Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang sedang naik daun di Asia Tenggara. Strategi multi-divisi ini adalah keputusan berani — dan terbukti menjadi fondasi kesuksesan mereka.
Sponsor & Mitra Strategis EVOS
2019: Tahun Emas EVOS
Jika ada satu tahun yang mendefinisikan EVOS Esports, itu adalah 2019. Dalam satu tahun kalender yang sama, EVOS berhasil meraih gelar juara dunia di dua cabang game berbeda — pencapaian yang belum pernah diraih organisasi esports Indonesia mana pun sebelumnya.
"Tahun 2019 adalah bukti bahwa Indonesia bisa bersaing di level dunia. EVOS tidak hanya menang — mereka mendominasi."— Komunitas esports Indonesia
Ekspansi Regional: EVOS Melampaui Batas Indonesia
Keberhasilan di 2019 membuka pintu ekspansi regional. EVOS mendirikan cabang di Singapura (EVOS SG), mengekspansi ke Thailand dengan EVOS Phoenix di divisi Free Fire, dan memperluas jangkauan ke berbagai negara Asia Tenggara lainnya. Visi Ivan Yeo bukan sekadar membangun tim Indonesia terbaik — melainkan membangun imperium esports Asia Tenggara.
Makna Logo: Macan Putih & Filosofi EVOS
Logo macan putih EVOS bukan sekadar simbol visual. Di dalamnya tersimpan filosofi mendalam tentang organisasi ini. Macan melambangkan keberanian dan kekuatan predator — naluri untuk selalu menyerang dan tidak pernah mundur. Warna putih melambangkan kesucian dan kemurnian kompetisi. Dan warna biru dalam desain keseluruhan mewakili kepercayaan dan kesetiaan kepada para penggemar.
Bagi jutaan EVOS Fams — sebutan resmi penggemar EVOS — Macan Putih bukan sekadar maskot. Ia adalah identitas, kebanggaan, dan simbol bahwa esports Indonesia bisa berdiri sejajar dengan yang terbaik di dunia.
Perjalanan EVOS di Mobile Legends: M1 hingga MPL S17
Di antara semua divisi EVOS, tidak ada yang lebih ikonik dari divisi Mobile Legends: Bang Bang. Sejak pertama kali terjun ke MPL Indonesia, EVOS MLBB telah menjadi salah satu nama yang paling disegani, paling dicintai, sekaligus paling disorot di kancah kompetitif MOBA mobile Indonesia.
Puncak Kejayaan: M1 World Championship 2019
Momen yang mengubah segalanya. Pada M1 World Championship 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia, EVOS Legends — nama divisi MLBB EVOS saat itu — tampil sebagai unggulan dan membuktikan diri di panggung global. Mereka mengalahkan tim-tim terbaik dari seluruh Asia Tenggara untuk meraih gelar juara dunia Mobile Legends pertama dalam sejarah.
"Ini bukan hanya kemenangan EVOS. Ini adalah kemenangan Indonesia. Kita buktikan bahwa tim kita bisa menjadi yang terbaik di dunia."— Pemain EVOS Legends, M1 World Championship 2019
Pemain-Pemain Legendaris Era Keemasan MLBB
Luminaire
Salah satu pemain paling berbahaya di era M1. Luminaire dikenal dengan agresivitas dan kemampuannya mendominasi mid lane yang membuat lawan ketar-ketir.
Ferxiic
Pemain gold laner yang menjadi andalan EVOS di era MPL S4. Dikenal dengan game sense yang luar biasa dan kemampuan farming yang efisien.
Wannn
EXP laner serbabisa yang menjadi pilar pertahanan EVOS. Kemampuannya membaca situasi game menjadikannya salah satu EXP laner terbaik di zamannya.
Perjalanan Pasang Surut: 2020–2024
Setelah kejayaan 2019, perjalanan EVOS di MPL tidak selalu mulus. Ada musim-musim di mana mereka gagal mempertahankan konsistensi, dan musim-musim di mana mereka tampil mengagumkan. MPL Indonesia Season 7 menjadi gelar MPL terakhir yang mereka raih — sebuah pencapaian yang kemudian diikuti periode transisi panjang dengan berbagai perombakan roster.
Prestasi EVOS di MPL Indonesia
Alberttt: Transfer Terbesar EVOS 2025
Menjelang MPL ID Season 17, EVOS melakukan salah satu transfer paling mengejutkan dalam sejarah MPL Indonesia — mendatangkan Alberttt dari ONIC Esports. Alberttt adalah salah satu pemain dengan reputasi tertinggi di seluruh Asia Tenggara, dan kepindahannya ke EVOS menjadi sinyal jelas bahwa Macan Putih serius merebut kembali takhta mereka.
Bersama EgaTzy (roamer berpengalaman dari Bigetron) dan beberapa nama muda berbakat, EVOS membangun fondasi roster MPL S17 yang — di atas kertas — adalah salah satu yang paling kompetitif dalam beberapa musim terakhir. EVOS Fams menantikan kebangkitan Macan Putih di panggung MPL.
EVOS Divine & Free Fire: Dominasi di Kancah Dunia
Jika divisi MLBB adalah jantung EVOS di kancah domestik, maka EVOS Divine adalah mahkota mereka di kancah internasional. Divisi Free Fire EVOS telah mengukir prestasi yang luar biasa — memenangkan gelar juara dunia berulang kali dan menjadi salah satu tim Free Fire paling disegani di planet ini.
Asal Mula: Akuisisi Capital Esports
Perjalanan EVOS di Free Fire dimulai pada April 2019, ketika mereka mengakuisisi roster Capital Esports — sebuah tim yang sudah menunjukkan potensi besar di skena Free Fire Indonesia. Dengan rebranding menjadi EVOS Capital, tim ini langsung terjun ke kompetisi internasional dan menghasilkan hasil yang luar biasa.
Belum lama setelah akuisisi, di tahun yang sama, EVOS Capital memenangkan Free Fire World Cup 2019 di Bangkok, Thailand — mengharumkan nama Indonesia sekaligus membuktikan bahwa keputusan akuisisi tersebut adalah salah satu yang terbaik dalam sejarah EVOS.
Evolusi Nama: Dari Capital ke Divine
Sejak pertengahan 2021, tim Free Fire EVOS Indonesia berganti nama menjadi EVOS Divine — nama yang kemudian menjadi identitas paling ikonik dalam skena Free Fire Asia Tenggara. Sementara divisi Thailand dikenal sebagai EVOS Phoenix, EVOS Divine menjadi representasi utama Indonesia di level global.
Jejak Juara EVOS di Free Fire Dunia
Momen Terbesar: EWC Free Fire 2025 di Riyadh
Jika ada satu momen yang mendefinisikan EVOS Divine di era modern, itu adalah kemenangan di Esports World Cup: Free Fire 2025 di Qiddiya Arena, Riyadh, Arab Saudi pada 20 Juli 2025. Setelah puasa gelar dunia yang panjang sejak 2019 — diselingi beberapa runner-up yang menyakitkan — EVOS Divine akhirnya kembali ke puncak.
"Saya sangat bangga dengan tim saya. Terima kasih untuk kalian yang sudah bertahan, sudah percaya, dan sudah terus bersama. Ini untuk EVOS Fams yang selalu mendukung kami."— AIMGOD (Aji Apri Wicaksono), pemain EVOS Divine, setelah juara EWC 2025
Rasyah "The Wonderkid": Bintang Terbaru
Dalam kemenangan epik di Riyadh 2025, satu nama mencuri perhatian dunia: Rasyah Rasyid, dijuluki "The Wonderkid." Pemain muda ini tidak hanya memenangkan gelar dunia bersama timnya, tapi juga meraih penghargaan Most Valuable Player (MVP) — menjadikannya pemain termuda yang meraih MVP di turnamen tersebut.
Rasyah "The Wonderkid" Rasyid
Mencatatkan 57.631 total damage dan 78 eliminasi sepanjang turnamen EWC 2025. Pemain termuda yang meraih MVP di Esports World Cup Free Fire. Masa depan Free Fire Indonesia.
AIMGOD (Aji Apri Wicaksono)
Kapten EVOS Divine yang memimpin dengan tenang di bawah tekanan turnamen. Sosok yang menjadi jangkar emosional tim dalam perjalanan menuju gelar EWC 2025.
Musim 2026: Mempertahankan Takhta
Memasuki musim 2026, EVOS Divine memilih untuk mempertahankan sebagian besar roster juaranya — hanya melakukan pergantian pelatih (head coach). Keputusan ini mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap chemistry tim yang sudah terbentuk. Bagi EVOS Fams, pertanyaan besarnya adalah: bisakah Macan Putih mempertahankan mahkota dunia mereka di FFWS SEA 2026?
Roster EVOS 2026: Regenerasi & Harapan Baru
Memasuki tahun 2026, EVOS Esports melakukan serangkaian pergerakan roster yang signifikan di berbagai divisi. Dari MLBB hingga Free Fire, perombakan ini adalah tanda bahwa manajemen EVOS serius dalam membangun tim yang lebih kuat, lebih adaptif, dan lebih siap meraih trofi baru.
Divisi MLBB: Membangun Ulang untuk MPL S17
Setelah beberapa musim yang tidak konsisten, EVOS MLBB melakukan rebuild yang ambisius menjelang MPL ID Season 17. Dua nama yang menjadi fondasi roster baru adalah Erlan dan Alberttt — keduanya diumumkan secara resmi sebagai rekrutan baru EVOS.
Alberttt
Transfer paling menggemparkan musim ini. Mantan bintang ONIC Esports ini bergabung dengan EVOS membawa reputasi sebagai salah satu pemain terbaik di Asia Tenggara. Kehadirannya langsung mengangkat ekspektasi fans.
EgaTzy (Ega Raka Putra Pratama)
Roamer berpengalaman yang didatangkan dari Bigetron Esports. Pernah menjuarai MDL Indonesia Season 12, EgaTzy membawa mental juara dan pengalaman bermain di level tertinggi sebagai pondasi pertahanan tim.
Luke (dari Bigetron Esports)
EXP laner berbakat yang dipinjam dari Bigetron menjelang MPL S17. Pengalamannya di Geek Fam dan Bigetron membuatnya diharapkan bisa langsung beradaptasi dengan tekanan kompetitif MPL.
Status Roster EVOS MLBB MPL S17 (per Feb 2026)
Divisi Free Fire: EVOS Divine Siap Bertahan
Di divisi Free Fire, EVOS Divine memilih pendekatan yang berbeda: stabilitas. Setelah meraih gelar EWC 2025, manajemen memutuskan untuk mempertahankan inti roster yang sudah terbukti — hanya melakukan perubahan di level coaching staff dengan mendatangkan head coach baru untuk FFWS SEA 2026.
"Kami tidak perlu merombak apa yang sudah bekerja. Tim ini sudah juara dunia — tugas kami sekarang adalah membantu mereka mempertahankan level tersebut."— Manajemen EVOS Divine, awal 2026
EVOS Academy: Mencetak Bintang Masa Depan
Di luar tim utama, EVOS juga mengumumkan roster EVOS Academy 2025 untuk MLBB — tim pengembangan khusus pemain U-16 berbakat. Program ini telah terbukti menghasilkan pemain-pemain berkaliber tinggi seperti Anavel (kini di Bigetron), Widy (Team Liquid ID), dan Veldora.
EVOS Academy bukan sekadar tim cadangan — ia adalah pabrik bintang yang memastikan EVOS selalu memiliki generasi penerus yang siap mengisi posisi di tim utama kapan pun dibutuhkan.
Masa Depan EVOS: Multi-Divisi, Multi-Juara
Sepuluh tahun lagi, orang-orang akan melihat kembali dan bertanya: kapan EVOS menjadi lebih dari sekadar tim esports Indonesia? Jawabannya mungkin sudah ada sekarang — di tahun 2025-2026, ketika EVOS membuktikan bahwa mereka adalah organisasi multi-game sejati yang mampu bersaing di level dunia di berbagai platform dan genre sekaligus.
EWC 2025: Bukti Multi-Divisi Berhasil
Keberhasilan EVOS di Esports World Cup 2025 bukan hanya soal Free Fire. Di EWC Riyadh 2025, EVOS berhasil meloloskan empat divisi berbeda — sebuah pencapaian yang menempatkan mereka sebagai organisasi Indonesia dengan wakil terbanyak di panggung dunia tersebut.
Timeline Perjalanan EVOS Esports
Visi: EVOS sebagai Ekosistem, Bukan Sekadar Tim
Di bawah kepemimpinan Ivan Yeo dan tim manajemen, visi EVOS telah berkembang jauh melampaui sekadar "tim yang menang." Mereka membangun ekosistem esports yang mencakup tim kompetitif, akademi pemain muda, talenta konten, dan brand ambassador yang memperkuat identitas EVOS di luar lapangan.
EVOS Fams — komunitas penggemar yang terus tumbuh — adalah bukti bahwa EVOS telah mencapai sesuatu yang lebih dari trofi: loyalitas. Di Indonesia, menyebut "Macan Putih" adalah menyebut legenda. Dan legenda itu masih terus ditulis, satu pertandingan demi satu pertandingan, satu trofi demi satu trofi.
"EVOS bukan hanya tentang menang. EVOS adalah tentang membuktikan bahwa Indonesia bisa menjadi yang terbaik di dunia, di manapun kami bertanding."— Ivan Yeo, Founder & CEO EVOS Esports
Komentar
Posting Komentar